Results for Papua

Jokowi Janjikan 1.000 Sarjana Papua Bekerja di BUMN-Perusahaan Besar

September 09, 2019



Berita Politik - Presiden Jokowi menegaskan masalah pengembangan sumber daya manusia di Papua menjadi perhatian pemerintah. Jokowi menjanjikan 1.000 sarjana dari Papua akan diterima bekerja di BUMN maupun perusahaan swasta yang besar. 

Jokowi awalnya menceritakan pengalamannya bertemu mahasiswa Papua di berbagai negara. Dia mengatakan Mahasiswa Mahasiswa Papua sangat pintar. Saya di California ketemu 12 mahasiswa Papua yang menemui saya, bukan pintar pintar tapi sangat Pintar.

Di New Zealand ketemu juga lebih dari 10 mahasiswa Papua, pintar pintar semua, di Australia juga,'' kata Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh Papua di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019)

Artinya, kata Jokowi, mahasiswa yang ada di luar negeri baik yang menempuh studi S1, S2 maupun S3, sangat banyak. Namun, Indonesia memerlukan lebih banyak lagiJokowi juga menceritakan kekhawatiran mahasiswa di luar negeri setelah menyelesaikan studi. Salah satunya akan kerja apa kalau kembali ke Papua.

Baca juga : Polisi Tilang 941 Mobil Langgar Ganjil Genap di Jakarta

"Banyak menanyakan, 'Pak, saya kalau udah lulus saya mau ke mana?', ya kembali ke tanah Papua, 'terus saya kerja apa?'. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memang tidak hanya anak-anak muda di Papua, tapi juga anak muda di Provinsi lain. Ini jadi pekerjaan besar kita," ujarnya.
Oleh karena itu, Jokowi akan memaksa BUMN dan perusahaan swasta besar untuk menerima putra Papua yang baru lulus studi. Jokowi menjanjikan 1.000 mahasiswa Papua akan mendapat pekerjaan yang layak.
"Tapi saya siang hari ini saya buka untuk BUMN dan perusahaan swasta besar yang akan saya paksa, karena kalau lewat prosedur udah kelamaan, jadi kewenangan saya, saya gunakan, agar bisa nerima yang baru lulus mahasiswa dari tanah Papua, sementara saya siang hari ini saya menyampaikan 1.000 dulu lah, nanti akan saya atur lagi masalah PNS tadi supaya juga ada penempatan di provinsi-provinsi yang lain. Termasuk kita atur di eselon 1 2 3 akan kita atur," tuturnya.

SUMBER : DETIK


Jokowi Janjikan 1.000 Sarjana Papua Bekerja di BUMN-Perusahaan Besar Jokowi Janjikan 1.000 Sarjana Papua Bekerja di BUMN-Perusahaan Besar Reviewed by vaniarlarissa on September 09, 2019 Rating: 5

Istana Sebut Papua 'Bergejolak' Tidak Bisa Dibiarkan

August 29, 2019
Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani.
Berita Politik - Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melakukan langkah strategis untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat. Terutama terkait aksi aksi di sejumlah kabuputen/kota disana yang beberapa di antaranya berujung kericuhan. 

Jokowi juga sekaligus menginstruksikan untuk menindak secara tegas siapapun yang melakukan kekerasan dan perusakan fasilitas publik. Terbaru, demonstrasi yang berujung kerusuhan terjadi di Jayapura, Papua, kemarin Kamis (29/8). 

Presiden selalu mengarahkan bahwa pendekatan kemanusiaan itu paling penting dan terdepan. Namun bukan berarti pendekatan keamanan tidak di perlukan," kata Deputi V Kantor Staff Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani saat di konfirmasi, Jumat (30/8). 

Perempuan yang karib di panggil Dani ini mengatakan pendekatan keamanan menjadi upaya terakhir pemerintah yang di lakukan dengan standar operasional terukur saat ini adalah menghentikan "gejolak" di Bumi Cendrawasih. "Ini bukan lagi demonstrasi damai. Melainkan sudah anarkis, sudah menjelma kerusuhan,"ujarnya.


Dani menyebut persoalan yang terjadi di Papua dan Papua Barat begitu kompleks, bukan hanya persoalan kesejahteraan semata, tetapi juga masalah keamanan. Menurutnya, tindakan merusak fasilitas umum dan potensi kekerasan atau bahkan penghilangan nyawa seseorang tak mungkin dibiarkan begitu saja. Harus perlu diambil tindakan sesuai konteks dan proporsional.

Nanti kalau di biarkan, negara akan di tuduh melakukan pembiaran. Jadi semua itu harus di letakkan sesuai konteksnya dan di letakkan secara proporsional,"tuturnya. Lebih lanjut, Dani menyatakan tindakan rasial kepada siapapun, termasuk masyarakat Papua harus di tolak. Terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur, kata Dani, Polri pun telah menetapkan tersangka dan akan dikenai sanksi hukum yang tegas.

Menurutnya, Jokowi juga sudah menyerukan penegakan hukum tegas kepada para pihak yang rasis. Karena itu tindakaan rasial segelincir oknum jangan lantas di generalisasi seakan itu adalah sikap sebuah komunitas  suku atau etnis tertentu.

Dalam merespons gejolak ini, lanjut Dani, Jokowi juga akan mengundang para tokoh Papua untuk berdialog bagi kepentingan disana. Ia mengatakan tugas semua pemangku kepentingan untuk ikut meredam situasi yang panas ini. 











 
Istana Sebut Papua 'Bergejolak' Tidak Bisa Dibiarkan Istana Sebut Papua 'Bergejolak' Tidak Bisa Dibiarkan Reviewed by vaniarlarissa on August 29, 2019 Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.